Jumat, 10 Oktober 2008

ANAK PAHLAWAN REVOLUSI PIMPIN PARTAI POLITIK

Jiwa kepemimpinan Jenderal TNI Anumerta, Achmad Yani ternyata diwarisi putri ketiganya, Amelia Achmad Yani. Anak ketiga dari Pahlawan Revolusi itu kini dipercaya sebagai Ketua Umum (Katum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Peduli Rakyat Nasional. Wanita yang pernah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Depertemen Luar Negeri RI ini bersedia memimpin PPRN lantaran visi misi PPRN selaras dengan misi hidupnya, yakni peduli terhadap rakyat kecil.

Amelia ---------begitulah Amelia Achmad Yani biasa dipanggil------ lahir di Desa Bagongan, Magelang, Jawa Tengah pada 22 Desember 1948. Ia masuk TK dan SD Katholik Keraton di Tegal. Pendidikan dasarnya diselesaikan di Jakarta pada SD Katholik Santo Fransiskus. Sedangkan pendidikan menengah dan atasnya di peroleh di SMP dan SMA Katholik Santa Ursula Jakarta. Setelah ayahnya tewas diberondong peluru gerombolan PKI pada 1 Oktober 1965, bersama ibu dan tujuh saudaranya, Amelia pindah ke Dusun Bawuk, Kelurahan Minimartani, Yogyakarta. Hidup jauh dari keramaian kota Yogyakarta, Amelia kecil ditempa menjadi sosok wanita yang mandiri, tegas dan berprestasi.

Lulus SMA, Amelia melanjutkan pendidikan di UI Jakarta pada Fakultas Sastra jurusan Antropologi. Selepas itu ia memperdalam ilmu Administrasi Bisnis di University of Hull East Yorkshire, Inggris dan di Amerika pada University of the Americas, Nortbridge, California. Usai menyelesaikan studi, Amelia bekerja sebagai PNS di Departemen Luar Negeri, dan oleh pemerintah RI, ia ditugaskan ke Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan bekerja pada bagian Dokumentasi dan Sekretariat PBB. Tahun 1975 Amelia kembali ke Indonesia dan bergabung dengan United Nations Development Programme (UNDP) dengan jabatan sebagai Koordinator Program dan Pembantu Khusus UNDP di Indonesia.

Kondisi bangsa yang sangat memprihatinkan, yakni rakyat semakin sulit untuk bertahan hidup karena BBM naik, pengangguran semakin meningkat, usaha kecil semakin sulit dan bahan pokok harganya kian melambung, membuat Amelia A Yani terpanggil untuk memperbaiki nasib bangsa. Bersama para tokoh Nasional serta didukung oleh Ulama dan Habib, Amelia Yani terjun ke kancah politik menahkodai PPRN. Kedepan, bersama PPRN ia ingin membuat aturan, kebijakan serta Undang-Undang yang berpihak pada rakyat kecil. Kini PPRN siap mengikuti PEMILU 2009. Partai dengan nomor urut 4 ini dinyatakan lolos verifikasi KPU Pusat dengan predikat terbaik di 33 provinsi se Indonesia.

“Di Pemilu nanti PPRN akan mengusung calon presiden yang peduli terhadap rakyat. Karena rakyat Indonesia saat ini butuh pemimpin yang betul-betul peduli sama rakyat, terutama untuk mengangkat keterpurukan perekonomian rakyat. Sosok calon presiden yang akan diusung PPRN itu sudah ada. Dia merupakan figur yang betul-betul peduli sama penderitaan rakyat,” ujar Amelia.
Sebelum dan sesudah PPRN lolos verifikasi, kata Amelia, banyak tokoh nasional maupun tokoh agama yang bergabung bersama PPRN.

“Tokoh gama di Jawa banyak bergabung dengan PPRN. Begitu juga di Sumatera. Khusus di Aceh banyak mantan anggota GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang bergabung dengan PPRN. Itu karena PPRN perduli terhadap penderitaan rakyat kecil. Kepedulian PPRN bukan hanya semboyan,” tegas pemimpin partai bernomor urut empat itu.

Amelia juga mengingatkan para anggota PPRN agar menjauhkan diri dari sikap arogan, sehingga keberadaan PPRN bisa berlabuh di hati rakyat yang mendambakan perubahan yang fundamental bagi kehidupan bangsa.

“Tanpa dukungan rakyat kita bukan siapa-siapa. Hindari friksi dengan siapa pun, tegur sapa yang sopan dengan pihak manapun. Pesan bapak DR. Sutan Raja DL Sitorus (Pendiri PPRN): dengan selalu tersenyum, orang yang sudah marah sampai ubun-ubun pun akan luruh. Jadi senyum adalah senjata ampuh karena dengan senyum, wajah pun kelihatan mempesona dan bersahabat dan PPRN mampu menjadi magnit perekat bangsa yang sedang berjuang melepas diri dari keterpurukan, kita peduli mendengar jeritan rakyat dan kita berbuat yang terbaik untuk rayat. Ini sudah mendarah daging semangat juang yang tinggi bagi seluruh kader PPRN,” Kata Amelia.
Jenderal Achmad Yani gugur dalam usia yang relatif muda 43 tahun. Sebagai putrinya, Amelia berjanji akan meneruskan apa yang dicita-citakan Jenderal A. Yani melalui PPRN, yakni mempertahankan Pancasila dan NKRI.

Sementara itu Ketua Badan Pemenangan Pemilu (BAPILU) DPP PPRN, Sabar Ganda Sitorus mengatakan PPRN telah menyiapkan calon presiden dari kalangan muda. "Potensi kaum muda di daerah diyakini mampu mengelola Indonesia lebih sejahtera," kata Sabar.
Menurut dia, PPRN akan menerapkan sistim bottom up untuk menjaring calon presiden 2009. Calon presiden dari PPRN akan digodog tim penjaringan dengan pooling terbuka dengan melibatkan seluruh pengurus wilayah.

Sabar optimis akan meraup suara pada Pemilu 2009 dan akan lolos electroral treshold plus parliamentary treshold. "Basis utama PPRN saat ini 5 juta anggota yang umumnya petani dan nelayan," imbuhnya.

PPRN didirikan bos PT. Torganda, Sutan Raja D.L. Sitorus. "Kami semua senang dan bangga karena PPRN lolos verifikasi dan menjadi salah satu peserta PEMILU 2009," timpalnya.

PPRN dinyatakan lolos verifikasi faktual Partai Politik peserta PEMILU 2009 di 33 provinsi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kelolosan 100% syarat kepengurusan, keanggotaan, dan administrasi parpol di semua provinsi hanya diraih PPRN. Posisi runer up ditempati Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pimpinan Wiranto di 32 provinsi serta Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di 31 provinsi. Sementara 15 parpol baru lainnya berhasil lolos antara 22 sampai 27 provinsi dari syarat minimal dua per tiga (22 provinsi) kepengurusan yang harus dipenuhi parpol baru. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) dan Partai Matahari Bangsa (PMB) lolos verifikasi di 25 provinsi, Partai Demokrasi Pembaruan di 27 provinsi, dan Partai Nasional Benteng Kerakyatan (PNBK) di 25 provinsi.

Menurut Amelia Yani, untuk lolos verifikasi di 33 provinsi bukan hal yang mudah. Karena itu, dia merasa bangga, sebab PPRN merupakan satu-satunya parpol yang dinyatakan memenuhi syarat kepengurusan di seluruh Indonesia. Amelia mengatakan, prestasi tersebut merupakan bukti PPRN sebagai partai yang sangat serius mengikuti PEMILU 2009.

"Yang patut dibanggakan dari keanggotaan PPRN ialah tidak adanya satu pun anggota yang memiliki KTA (kartu tanda anggota) ganda. Ini hasil kerja keras selama dua tahun sejak kelahiran PPRN," ujar Amelia saat dikerubuti wartawan di Gedung KPU,Jakarta.

Kata Amelia, PPRN menargetkan perolehan suara minimal lolos parliamentary threshold (PT) 2,5% di DPR RI.

"Minimalnya 2,5% suara atau setara dengan 14 kursi di DPR. Tapi, tentu kami tidak ingin yang minimal, kami ingin lebih dari itu. Ya, sebanyak-banyaknya mendapatkan suara," timpalnya. (chris parera)

Tidak ada komentar: