KUPANG, SABTU - Kebakaran kembali terjadi di Kota Kupang, Sabtu (13/9/2008) pukul 07.00 WITA. Kali ini, kantor sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Propinsi NTT ludes dilalap api.
Kasus kebakaran itu menghanguskan tiga ruangan di Jalan Wolter Monginsidi RT 09/RW 04 Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, itu. Kantor itu sebenarnya rumah milik Arnold Pandie yang dikontrak DPW PPRN sejak tahun 2006.
Kasus kebakaran itu bermula dari nyala api di salah satu rumah kecil yang ditempati Olimpas Faot, di samping rumah utama yang dijadikan sekretariat DPW PPRN NTT. Dari rumah kecil yang berdinding bebak dan sebagian papan itu, api terus merambat ke langit-langit rumah induk yang terbuat dari tripleks.
Kebakaran itu diketahui ketika Godlief Lunokas, penjaga sekretariat DPW PPRN NTT melihat nyala api yang mulai merambat ke ruangan utama. Melihat kobaran api, Godlief langsung berteriak dan berusaha menyelamatkan dokumen- dokumen partai.
Ketika kebakaran terjadi, Olimpas Faot sudah pergi ke tempat kerjanya di Kelapa Lima sekitar pukul 06.00 wita, sehingga yang bersangkutan tidak mengetahui secara persis penyebab kebakaran.
"Saya pergi kerja jam 06.00. Saya tidak pernah memasak menggunakan kompor karena saya makan di rumah kakak saya setiap hari," kata Olimpas di Mapolresta Kupang.
Kebakaran itu bisa dijinakkan setelah petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Kupang tiba di lokasi kejadian untuk memadamkan api tersebut.
Dalam kaitan kasus kebakaran itu aparat penyidik Polresta Kupang masih meminta keterangan dari empat orang sebagai penjaga sekretariat DPW PPRN NTT itu, antara lain Godlief Lunokas, Olimpas Faot, Yefta Faot, Akris Bansae.
Ketua DPW PPRN Propinsi NTT, Dr. Thomas Ola Langodai kepada Pos Kupang di lokasi kejadian mengatakan, sekalipun sebagian sekretariat DPW PPRN Propinsi NTT ludes dilalap api, dokumen-dokumen partai terkait proses pencalegan semuanya berhasil diselamatkan. "Semua dokumen caleg berhasil diselamatkan, " ujarnya.
Ketika ditanya apakah kasus kebakaran ini erat kaitanya dengan sabotase yang dilakukan pihak tertentu yang tidak puas dengan proses pencalonan legislatif dari PPRN, Langodai mengatakan, pihaknya belum melihat ke arah sana. "Kita berpikir positif saja bahwa kebakaran ini merupakan kejadian biasa yang tidak ada kaitanya dengan politik," kata Langodai.
Untuk kegiatan sekretariat, kata dia, akan dialihkan sementara ke Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kelapa Lima. (Sabtu, 13 September 2008 19:06 WIBLaporan Wartawan Pos Kupang Benny Jahang)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar